top of page

cerita bangun pagi (cebagi)

  • Yogie Muhammad Erfan
  • Sep 11, 2017
  • 2 min read

PERHELATAN AKBAR (part 2)

Acara mulai memasuki puncaknya. Para ibu kurcaci yang telah melahirkan kini memasuki altar kehidupan dengan menggendong para anggota baru keluarga kurcaci. Anggota baru keluarga kurcaci akan diperkenalkan kepada masyarakat kota. Saat acara perkenalan, seluruh penyelenggara acara boleh beristirahat sejenak. Aku pun memanfaatkan waktu istirahat ini untuk menemui kurcaci pujaanku. Kurcaci cantik itu sedang berada didalam ruang ganti penyelenggara acara. Aku pun menyapanya dan mengajaknya berbicara. Namanya Aramedia, anggota keluarga kurcaci keturunan ke-79, sama sepertiku. Kami mengobrol dengan sangat seru. Aku pun menceritakan tentang rasa cintaku kepadanya. Kurcaci cantik itu mengangguk dan tersenyum kepadaku dengan senyum terindahnya. Perbincangan kami terhenti ketika pemimpin acara ini menyuruh kami untuk bersiap kembali melakukan tugas. Sudah saatnya acara penutupan perayaan akbar ini.

~o~

Masyarakat kota sudah mulai bersiap untuk pulang. Acara penutupan tengah berlangsung dengan megahnya. Para kurcaci yang telah dipilih menampilkan hiburan yang sangat meriah. Langit kota pun dibanjiri cahaya berkilau dari ratusan kembang api. Gemuruh genderang semakin memeriahkan suasana. Wajah bahagia tampak dari seluruh warga kota. Para ibu kurcaci juga terlihat sangat gembira diatas altar kehidupan. Tak lupa para anggota baru pun terlihat tersenyum dengan manjanya. Diakhir acara penutupan, para penyelenggara menaiki pentas untuk memberikan penghormatan terakhir kepada masyarakat kota. Aku pun ikut menaiki pentas dengan rasa gembira. Sesampainya dipentas, aku tersadar bahwa ada satu kurcaci yang tidak ada dipentas. Aramedia…., aku tak melihatnya di pentas. Perasaanku pun mulai tak tenang. Hatiku selalu gelisah saat menuruni tangga pentas. Acara perayaan ini memang berakhir dengan sangat meriah, tapi tetap saja aku merasa gelisah karna tak melihat kurcaci yang ku cinta.

~o~

Aku terus mencari Aramedia setelah acara selesai. Aku telah mencarinya disetiap sudut kota, tapi tetap saja tak bisa menemukannya. Dia benar-benar menghilang. Aku bertanya kepada semua penyelenggara tentang Aramedia, tetapi para penyelenggara mengatakan tidak ada yang mengenal Aramedia. Mereka mengatakan bahwa tidak ada yang bernama Aramedia yang menjadi penyelenggara acara. Bahkan dari semua kurcaci keturunan ke-79, tak ada yang bernama Aramedia. Aku merasa sangat aneh. Aku sangat yakin telah bertemu dengan Aramedia, bahkan kami sempat mengobrol dan aku pun telah mengungkapkan perasaanku kepadanya. Aku benar-benar tak percaya dengan apa yang terjadi. Kurcaci yang aku cinta tak pernah ada. Hatiku sangat terpukul menyadari kenyataan ini. Aku berjalan menyusuri kota dengan rasa sangat kecewa. Tak ada lagi kurcaci cantik yang ku cinta itu. Aku terus berjalan menuju lembah kematian, tempat dimana setiap kurcaci yang merasakan kecewa mengakhiri hidupnya. Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat kurcaci untuk segera mengakhiri hidupnya ketika tak lagi merasakan bahagia. Aku pun harus segera mengakhiri hidupku. Aku melompat kedalam lembah kematian dengan satu penyesalan besar. Kurcaci pujaanku ternyata hanyalah khayalanku belaka.


 
 
 

Comments


Address

Malang, Malang City, East Java, Indonesia

Contact

Follow

  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn

©2017 BY TEMPAT SINGGAH MIMPI. PROUDLY CREATED WITH WIX.COM

bottom of page